Jumat, 17 Oktober 2008

Tolong Pegangin Ontanya

Kalau di Wild West sono, yang banyak padang rumputnya,banyak cowboy mengembara dengan menunggang kuda, konon di daerah padang pasir banyak Musafir yang mengembara dengan menunggang onta. Ini sebuah cerita tentang si Pengembara yang kebetulan jago tembak, sebut saja si Musafir.
Suatu hari, setelah berbulan-bulan mengembara dari satu oasis ke oasis lainnya, Musafir tiba- tiba merasakan dorongan seks yang amat besar, dan ia bingung gimana cara melampiaskan nafsu seksnya itu.
Kemudian terlintaslah ide ‘miring’ di benaknya… kenapa nggak gue ‘tembak’ aja si onta ini ? Pikirnya lumayan juga daripada nggak ada yang bisa membantu melampiaskan nafsunya. Lalu dia cari akal.
Diikatnya si Onta pada sebuah batu, lalu ia tumpukkan barang-barangnya di belakang si Onta dan ia naik ke atas tumpukan barangnya agar mencapai posisi strategis di belakang onta untuk melaksanakan hajatnya.
Namun merasa didorong-dorong sesuatu, setiap kali si Musafir itu mendorong, si Onta bergerak maju sehingga si Musafir semakin geregetan saja karena sssuuuuusssaaaahhhh buaaaannget masukin ‘anunya’. Bahkan saking nafsunya dia, akhirnya dia terjatuh waktu si onta bergerak maju.
Namun kalo nafsu sudah di ubun-ubun, pantang menyerah deh si Musafir, sekali lagi ia naik ke tumpukan barang-barangnya dan dipegangnya ekor si onta. Merasa ada yang pegang ekornya, si onta malah makin galak sehingga si musafir terjatuh lagi.
Diam-diam dari balik batu ada seorang wanita yang memperhatikan gerak-gerik si Musafir. Ia tersesat dan secara kebetulan sampai di dekat Musafir setelah berhari-berhari tidak makan dan tidak minum.
Melihat si Musafir punya banyak perbekalan, walaupun tingkahnya menurut dia aneh sekali, ia memberanikan diri mendekat dan menyapa si musafir:
“Oom Musafir……”
He…he… kaget deh si Musafir, nggak nyangka akan ketemu seoarang wanita sendirian di Padang Pasir yang gersang ini.
“Ehhh…ooohhh… ada apa Nona?” kata Musafir sambil menarik kembali celananya ke atas dan sedikit malu.
“Saya tersesat dan sudah beberapa hari ini tidak makan dan tidak minum, bolehkan saya minta sedikit makanan dan minuman yang Oom punya,?” Tanya si wanita. Si Musafir terdiam sejenak, dia masih shock karena bertenu dengan wanita ini. Melihat si Oom Musafir terdiam, lalu wanita itu segera bicar lagi ”sebagai imbalan makanan dan minumannya, saya bersedia melakukan apa saja untuk Oom”.
Si Musafir kembali terdiam dan berfikir sejenak, lalu dia menjawab:
“Oke lah… makan dan minimlah sekarang.” Setelah makan dan minum, wanita itu lalu kembali bertanya “ terima kasih Oom, saya sudah kenyang dan tidak dahaga lagi, sekarang giliran saya untuk membalas kebaikan budi Oom. Silahkan Oom bilang yang Oom inginkan dari saya”.
Dengan sedikit malu-malu, si Musafir bertanya:
“Benarkah kamu mau melakukan apa yang saya minta?”
“Pasti Oom…” kata wanita itu, sambil membayangkan apa yang akan diminta oleh si Oom.
Lalu dengan pipi memerah si Musafir akhirnya bicara lagi.
“Baiklah nona, tentunya Nona suadah Melihat apa ya g tadi sesang saya lakukan terhadap Onta saya, kali ini benarkah Nona mau membantu saya?”
“Pasti…”jawab si wanita tidak sabar menunggu si Musafir menyampaikan hasratnya.
“Baiklah Nona, tolong saya pegangin Onta ini dari depan supaya ia tidak bergerak maju” He… si Nona-nya kaget… habis si Oom Musafir nggak ngelirik dia, malah masih penasaran dengan Ontanya.

Tidak ada komentar: