Jumat, 17 Oktober 2008

Perjaka Tong-Tong

Seorang gadis desa yang lugu hendak merantau ke kota. Sebelum berangkat ibunya menyampaikan pesan. “Nduk…, kalau kamu ke kota dan kebetulan dapat jodoh disana, ini ada pesan dari mbokmu untuk mencari jodoh yang baik” :
1.Cari pasangan yang setia.
2.Pasangan kamu harus yang hemat.
3.Calon kamu itu harus perjaka ting-ting.
Berangkatlah sang gadis ke kota. Dan beberapa bulan kemudian dia kembali ke desanya untuk meminta doa restu ingin menikah.
“Mbok…, saya sudah ketemu jodoh dengan syarat seperti yang Mbok sampaikan kepada saya.
Waktu itu kami berjalan-jalan keliling-keliling kota. Dia selalu saja menggandeng sanya dengan mesra, bukannyaitu tanda pasangan yang setia?”.
Si Mbok manggut-manggut.
“Kemudian karena kemalaman dan kehujanan kami mencari tempat berteduh dan menginap. Pacar saya ini bilang, “Dik kita nginap saja di hotel, tetapi untuk menghemat biaya bagaimana kalau kita hanya menyewa satu kamar saja”. Bukannya pacar saya orangnya hemat mbok?”.
Untuk kedua kali si Mbok manggut-manggut.
Dan akhirnya Mbok…, saya tahu kalau saya itu masih perjaka ting-ting. Langsung si Mbok mendelik; “dari mana kamu tahu bahwa dia masih perjaka ting-ting?” Sang gadis langsung menjawab, “Anunya masih dibungkus plastik Mbok”.
Si Mbok langsung pingsan.

Tidak ada komentar: